Saling hujat antara 3 agama

Suci:

Kamu kafir! Kenapa tidak gabung dengan saya?

Damai:

Kamu domba yang tersesat. Kafir juga! Kenapa menganut ajaran palsu?

Kosong:
Hei hei hei…! Kalian berdua omong kosong. Tidak ada yang namanya kafir dan domba tersesat. Segalanya kosong. Tiada.

Suci:

Hanya orang bodoh yang mengatakan segala ini tidak ada. Apakah kamu buta. Congkel deh bola matamu itu. Kosong kosong! Tiada tiada! Sok filsafat kamu!

Kosong:
Kamu memang tolol. Kamu hanya melihat dengan mata kaki. Coba lihat, baca dan pahami dengan mata hati!

Suci:

Sudah saya baca berkali-kali. Sudah tamat seribu kali. Tapi tetap ada sesuatu kok. Tidak ada yang kosong. Tidak ada yang namanya tiada. Hanya orang frustasi dan pesimis yang mengatakan hakikat segala sesutu ini tiada.

Damai:
Apa-apaan ini. Kalian berdua suka bertengkar. Damai ayo kita damai. Saling cinta kasih dong. Walah-walah….

Suci:

Jangan sok damai kamu. Berapa banyak domba saya yang kamu tangkap ha? Kamu iri kan anggota pengajian saya lebih banyak? Kenapa banyak? Karena itu adalah suatu bukti ajaran kelompok kami inilah yang benar. Sudahlah kapan kamu mau sadar. Berhentilah jadi orang kafir…

Damai:

Kamu yang kafir. Kami sudah senior dalam sejarah. Ajaran kamu tiruan. Palsu tau!

Kosong:
Makanya saya bilang. Kalian tidak akan pernah damai, walaupun nama kalian “suci” dan “damai”. Tapi itu cuma slogan. Kosongkan semuanya. Semua ini fana dan tiada. Kalau kalian masih melihat benda-benda dan nama-nama, maka kalian akan terjebak.

Suci:

Sembarangan kamu. Dalam ajaran saya sudah lengkap tau. Dan itu sudah diatur semuanya hingga segalanya jadi teratur dan tidak kabur seperti ajaran kamu. Tiada? Apa itu tiada? Sok mikir kamu. Bermain kata-kata. Masak tidak ada hakikat segala sesuatu. Memang Tuhan juga tidak ada bagi kamu?

Kosong:
Memang tidak ada kok. Coba saja kamu cari. Semakin kamu cari semakin terbukti tidak ada. Semua gerak kebudayaan adalah proses menuju tiada. Dan hakikatnya memang tiada. Walaupun kamu sebut Ada, pada hakiktanya semuanya tiada. Kosong. Diam …

Suci:

Menyesatkan sekali. Kembalilah kamu ke jalan yang benar. Kamu akan disesatkan oleh jalan pikiranmu sendiri. Tapi kamu tidak sadar. Karena iblis sudah bersemayam meluncurkan pikiranmu itu tanpa pedoman. Bebas berkeliaran tanpa batas. Padahal kamu lemah, tak berdaya. Makanya pakai pedoman. Nih pedoman sudah ada dalam ajaran kami. Cocok untuk semua manusia dan seisi alam.

Kosong:
Ah … apa kamu tidak belagu? Itu yang saling bunuh kemaren dari personelmu hanya bikin kerusuhan. Katanya suci tapi kok mengotori kedamaian.

Damai:

Makanya saya bilang dari tadi, yang benar itu kita saling cinta kasih. Lihat nih kami diajarkan untuk saling berdamai dan menebarkan kedamaian.

Suci:

Eh eh …! Kamu jangan sok damai ya. Itu anggota kami yang kamu bujuk halus kemaren gimana. Kamu jebak kan? Apa itu yang kamu sebut damai. Atau cuma untuk slogan tapi mencuri dari dalam?

Kosong:
Saya rasa memang kalian harus belajar dari kami. Kami tidak pernah ambius kampanye ke sana kemari. Kenapa harus saling memaksa?

Suci dan Damai:

Jangan merasa hebat kamu. Ajaranmu itu pesimis! Masak dunia sudah kacau kamu cuma diam tenang saja. Itu nmanya kosong melompong!

Tuhan:

Ehn … ehm! Ikut nimbrung yah.

Kalian tidak ada yang benar. Sayalah yang Benar. Karena Kebenaran itu adalah Saya. Zat dan Hakikat Kebenaran itu adalah saya. Apalagi yang suci. Hanya Saya!

Jadi kalian jangan merasa benar sendiri. Apalagi merasa suci. Walah walah .. ayo rukun semua deh. Memalukan. Beragama kok untuk diributin. Itu kitab suci baru Saya kasih sedikit sudah minta ampun egoisme kalian. Padahal itu baru setitik percikan dari rahasia Saya. Itupun sudah saya sesuaikan dengan pemahaman kalian. Kalau yang sebenarnya? Nggak bisa kalian pahami.

Makanya saling berbagi dan tolong menolong deh.

Kalau Saya berpikir picik sepeti kalian, mungkin hanya satu golongan dan umat saja yang saya biarkan menginjak bumi ini. Jadi kalian jangan sok menghakimi. Itu pekerjaan saya. Jangan kalian ambil alih. Tugas kalian tunduk, patuh! Tapi bukannya goblok ya. Jangan kalian samakan tunduk patuh itu dengan goblok. Yang sok tunduk tapi goblok itu akan ditipu setan.

Oke sudah!
Sekarang kembali ke rumah kalian masing-masing. Buka kitab sucinya. Jangan cuma dihafal untuk berdebat. Tapi pahami. Dan buktikan dalam sikap dan perbuatan kalian.
Hah! Itu aja kok repot .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: